MEMBANGKITKAN BUDAYA BACA

img-20170207-wa0004

MEMBACA merupakan sebuah kegiatan memahami sesuatu dengan tujuan untuk memperoleh informasi darinya. semakin seseorang sering membaca maka akan semakin banyak informasi yang diperolehnya. Semakin banyak inforasi yang diperoleh maka semakin luas wawasan pengetahuannya. Dengan demikian akan semakin bijak dalam mengambil sikap dan keputusan.

Sedemikian pentingnya kegiatan membaca, sehingga Allah mengawali firmannya yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dengan perintah membaca. Sebagaimana yang termaktub dalam QS Al ‘Alaq ayat pertama:IQRA BISMI RABBIKAL LADZI KHALAQ”

NAMUN sayangnya, masyarakat Indonesia secara umum masih belum memiliki kemamuan yang kuat untuk gemar membaca. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteli tentang minat baca masyarakat. Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Untuk itu, SMP NEGERI 2 TAWANGSARI berkomitmen membuat sebuah gerakan BUDAYA BACA 15-30 menit sebelum masuk jam pertama di pagi hari. peserta didik begitu tiba di sekolah dipersilahkan mencari tempat duduk yang nyaman dan santai untuk baca-baca buku. Mengawali kegiatan di sekolah dengan membaca buku akan membantu dalam mengkondisikan hati dan fikiran agar lebih siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

selain itu, walaupun gerakan BUDAYA BACA ini dilakukan secara singkat, namun jika dilakukan secara berulang setiap hari maka akan membentuk sebuah kebiasaan membaca bagi anak yang selanjutnya akan menjadi sebuah karakter. yaitu karakter gemar membaca.

Dengan terbentuknya pelajar-pelajar yang memiliki karakter gemar membaca, maka Indonesia akan memiliki para pemimpin yang cerdas, tangguh dan berwawasan luas di masa yang akan datang. Dengan demikian, Indonesia yang akan datang akan menjadi negara yang memiliki daya saing tinggi di mata dunia.

SMP NEGERI 2 TAWANGSARI HEBAT.

Salam kami: el_ridho

FULLDAY SCHOOL

img_20160824_150144Sebagian praktisi pendidikan dan ortu, khususnya di sekolah umum negeri, masih banyak yang belum percaya diri dan ragu untuk melaksanakan kegiatan fullday school. Mereka merasa takut jika kegiatan tersebut akan terlalu membebani peserta didik. Sebab, dengan adanya penambahan jam pembelajaran hingga sore hari, tentu peserta didik akan terforsir energi dan fikirannya. Dikhawatirkan anak akan depresi.
Kekhawatiran lainnya adalah peserta didik akan terganggu dalam mengembangkan kemampuan bersosial di masyarakat.

Hal ini tidak salah, jika kegiatan FULLDAY SCHOOL hanya dimaknai sebagai kegiatan penambahan materi pelajaran. Sebab, pada jam2 segitu energi sudah berkurang dan kemampuan peserta didik dalam menyerap pengetahuan juga sudah mulai melemah.

FULLDAY SCHOOL akan dapat dilaksanakan dengan efektif dan FUN jika kegiatan dikemas dengan kreatif dan edukatif. Kegiatan lebih berorientasi kepada pengembangan diri dan penguatan prestasi non akademik. Misalkan: pencak silat, taekwondo, karate, seni musik, seni suara, seni tari, seni kaligrafi, seni tilawah, dan lain-lain.

Kegiatan fullday school juga dapat dimanfaatkan untuk membangun nilai-nilai positif peserta didik yang mungkin belum dapat tercover secara baik pada kegiatan pembelajaran di pagi hari. Misalkan Kegiatan MAKAN BERSAMA dengan saling berbagi LAUK yang dibawa dari rumah. hal ini dapat membangun rasa kebersamaan dan empati. Ekspektasi jangka panjangnya adalah akan lahir generasi2 baru yang memiliki rasa peduli dn empati terhadap sesama. Dengan demikian kegiatan fullday ternyata juga dapat menjadi media untuk mengembangkan kemampuan sosial yang baik.

SMPN 2 Tawangsari mulai Tahun Pelajaran 2016/2017 tengah berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Tentunya, mengingat kegiatan yang masih perdana ini, sekolah selalu melakukan evaluasi dan perbaikan agar dapat terlaksana dengan baik dan optimal.

OPTIMISME adalah kunci KESUKSESAN.

Salam kami:  el_ridho

img-20160907-wa0045 img-20160907-wa0046

img-20160907-wa0047
Enter a caption

img-20160907-wa0048 img-20160907-wa0055

 

 

img-20161116-wa0009

 

 

 

 

 

 

 

 

JUM’AT ROHANI

Setelah liburan semester 1 usai, maka SMP Negeri 2 Tawangsari memasuki semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017, dan  melaksanakan proses KBM ataupun kegiatan rutin lainnya, seperti fullday, literasi, dan kegiatan di setiap hari Jum’at.

Pada tanggal 20 Januari 2017, di SMP Negeri 2 Tawangsari melaksanakan Jum’at Rohani sesuai jadwal. Kebetulan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tawangsari adalah seorang ustadz, maka pada acara Jum’at rohani kali ini diisi oleh ustadz dari dalam, yakni K.H. Drs. Agus Witanto, M.SI., yang memberikan penjelasan tentang hebatnya AL-QURAN.

Berikut fotonya:

 

berikut videonya:

1. KLIK DI SINI

2. KLIK DI SINI

3. KLIK DI SINI

4. KLIK DI SINI

Lanjutkan membaca JUM’AT ROHANI

REMIDI

Alhamdulillah …. syukur kehadirat Allah SWT, bahwa kegiatan UAS 1 SMP Negeri 2 Tawangsari telah usai. Namun demikian hasil dari UAS 1 ada yg kurang (belum mencapai KKM), maka sekolah memeberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk mengulang test (remidi).

Bagi anak-anak yg remidi IPS, yg daftarnya blm sempat tertempel di pengumuman, bisa anak-anak lihat di web ini. Remidi IPS akan dilaksanakan hari Kamis, 8 Desember 2016 pukul 07.15 WIB

remidi-1

HARI GURU NASIONAL KE-71

 

Terbentuknya Persatuan Guru Indonesia

Hari guru ini tercetus sejak 2 bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 24 sampai 25 November 1945. Para guru membentuk kongres guru untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di kota Surakarta. Kongres ini merupakan tempat berkumpulnya para guru yang berjuang mempertahankan pendidikan di Indonesia ditengah penjajahan. Mereka adalah guru yang masih aktif mengajar, pensiunan para pejuang, pegawai pendidikan dan lainnya.

Tercetusnya Hari Guru Nasional

Pada tanggal 25 November 1945 mereka menyebutnya dengan nama PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia. Sayangnya, belum ada keputusan resmi dari para pemerintah saat itu untuk menjadikan sebagai hari resmi nasional. Hingga pada tahun 1994, di situs resmi PGRI ini tercetuslah hari guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Tercetusnya hari guru ini karena untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia dan kemerdekaan Indonesia.

Hari guru nasional ini dicetuskan karena para guru yang berjuang demi pendidikan Indonesia. Mereka bahkan rela kurang diperhatikan oleh pemerintah agar rakyat Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan yang layak. Terima kasih, Guru!

Dalam memperingati Hari Guru Nasional ke 71, SMP Negeri 2 Tawangsari mengadakan upacara, yang petugasnya dari guru.

 

 

FULLDAY

SMPN 2 Tawangsari setiap hari Rabu dan Sabtu mengadakan fullday. Tujuan dari adanya fullday adalah untuk mewadahi dan menyalurkan minat dan bakat anak-anak didik SMP N 2 Tawangsari, agar lebih bisa mengembangkan bakatnya di sekolah. Kegiatan fullday antara lain; pencak silat, seni tari, seni suara, seni musik, karate, BTA, Kaligrafi dsb.

karena fullday, maka peserta didik diwajibkan untuk membawa bekal dari rumah, dan dimakan bersama dengan teman sekelas. Hal ini juga membiasakan siswa untuk saling memberi dan menerima.

Tangguh, Beriman, Berilmu, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya